Minggu, 04 Mei 2008

Cards from Mouth

Effect:

After producing cards from the air one by one, you need a good finish. This is one great finish to backpalming cards and producing them from thin air.

You point to your empty mouth and reach inside. Instantly a mouthful of cards pour out.

This is also a good finish to springing the cards from hand to hand.


Secret:

This is another great fun trick that keeps the audience in a good mood.

The mechanics of this trick are fairly simple, although the timing and misdirection are what is going to be the part you will need to focus on when you practice this.

Palm about 20-30 cards in your right hand. Leave this hand at your side. Do this when the attention is on something else, at the end of a previous trick, or after you have produced cards from thin air.

Point to your mouth with your left hand and open your eyes really big.

As you start to open your mouth, bring your right hand up to your face and simply push the cards about halfway into your mouth. Immediately let the cards spill out and use your left hand to grab them as they come pouring out.

**Warning for your Health** don't use anyone else's cards for this. First of all, they don't want their cards in your mouth. And more importantly, you don't know how many dirty and grimy hands have touched their cards. You don't want to make yourself sick. The two times I have done this effect at a restaurant where I do magic nightly (with my own cards) after working for a couple of hours. Many people have touched the cards, and I don't know why I put them into my mouth. Anyway, BOTH times, I was sick within a day or two afterward. Coincidence? I don't know, but it sure wasn't worth it enough to try it again to find out for sure. Yuck!


http://www.trickmagic.com/

[+/-] Selengkapnya...

Sabtu, 03 Mei 2008

Kartu di dalam botol

Penonton disuruh memilih dan memberi tanda sebuah kartu remi dengan spidol kemudian menaruhnya kembali bersama kumpulan kartu lainnya kemudian di kocok.

Pesulap melempar menyebar semua kartu ke belakang penonton.Kemudian kartu yang sudah ditandai itu ada di dalam botol.

Caranya:
Setelah kartu itu ditandai oleh seorang penonton pesulap / David Blain menyimpan kartu tersebut, kemudian melakukan trik lain terhadap orang yang sama yang tidak menggunakan kartu dan secara diam-diam kartu yang ditandai itu diberikan pada cameraman atau pada kru-nya. Sementara pesulap mengalihkan perhatian dengan cara memainkan sulap lain, kru-nya kemudian memasukkan kartu tersebut ke dalam botol.

Setelah mendapat kode dari kru, barulah si pesulap melanjutkan permainan yang pertama (kartu dalam botol), tapi kali ini dia berusaha menebak kartu yang ditandai itu.Setelah tidak dapat menebak untuk beberapa kartu, kemudian ia pun melempar/menyebar semua kartu itu kebelakang penonton.

David kemudian berkata kepada semua penonton lalu berkata, "Lihat kartu itu ada di dalam botol.

tip:
Di awal permainan jangan katakan bahwa anda akan melakukan sulap kartu kedalam botol.

[+/-] Selengkapnya...

Ini cuma Sulap Bukan Sihir

Bukan sekadar tipuan mata, aksi pertunjukan sulap sudah jauh berkembang begitu rupa, bahkan melibatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Buang jauh-jauh pikiran Anda bahwa semua ini adalah gaib, ilmu hitam, atau sebangsanya. Sulap hanyalah semata-mata hiburan yang menggunakan trik (atau sebaliknya?)


Bisa jadi, Houdini—pesulap Amerika kelahiran Hongaria itu—sedang tidak bersikap serius saat mengucapkan kata-kata tadi. Atau, mungkin juga, pernyataan itu sesungguhnya adalah bagian dari aksi-aksi sulapnya yang selalu mengundang sensasi. Ya, siapa yang tahu.


Namun memang tidak bisa dipungkiri, aksi-aksi pertunjukan sulap dengan mata kepala sendiri seringkali berhasil menggelitik nalar. Tak terkecuali bagi mereka yang menyebut diri sebagai manusia rasional.


Bagaimana hendak menjelaskan, misalnya, aksi ilusionis David Copperfield saat menembus Tembok Besar Cina? Atau David Blaine yang bertahan hidup 44 hari di kotak kaca yang digantung di pusat Kota London. Dari negeri sendiri, Deddy Corbuzier sukses menebak judul berita halaman satu harian Kompas, jauh sebelum penerbitannya. Semua itu seperti tidak masuk akal, tapi kok nyata?


Kita bisa saja mencibir terhadap aksi para pesulap itu dengan berkata, “Ah, itu kan cuma tipuan mata saja. Semua ada triknya. Kita sebagai penonton cuma dibohongi.”


Benar. Dalam setiap aksi pertunjukan sulap, ada sejumput rahasia yang disembunyikan dari penonton. Tapi seiring perkembangan seni sulap, tidak seluruh ‘rahasia’ selalu berupa trik, dalam arti tipuan. Sulap yang awalnya banyak berupa silap mata, kini telah berkembang menjadi seni pertunjukan yang bersentuhan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sulap telah menjadi seni pertunjukan modern.


Derajat Lebih Terangkat


“Dalam sulap memang ada tipuan, tapi bukan terus artinya pesulap itu penipu. Penipu merugikan orang lain. Kalau pesulap, menghibur orang lain,” jelas Demian Aditya, pesulap muda, 27 tahun, menepis tudingan minor terhadap profesi yang digelutinya.


“Analoginya sederhana, seperti kita menonton film Harry Potter. Di sana Harry bisa terbang. Kita semua tahu manusia tidak bisa terbang. Tapi penonton tidak terus merasa tertipu kan?”


Berhasil mencatatkan diri dalam jajaran pesulap profesional Indonesia yang masih sangat terbatas, Aditya Prambudi—begitu nama aslinya—berkeinginan meluruskan persepsi keliru masyarakat seputar seni pertunjukan sulap. Ia kepingin, derajat seni sulap terangkat di industri hiburan negeri ini. Paling tidak seperti musik atau malah lawak.


Nama Demian sendiri mulai dilirik orang setelah tampil pada acara sulap televisi Demian Sang Ilusionis di ANTV. Penampilannya yang khas: pakaian serba hitam dan potongan rambut mohawk ala anak muda zaman sekarang, membuatnya semakin gampang dikenali orang. “Sebenarnya saya kepingin dikenal sebagai orang biasa saja yang humble, ramah,” pesulap beraliran ilusi ini berterus terang.


Jenjang yang sekarang ditapakinya, memang bukan hasil simsalabim abrakadabra dalam semalam. Mengaku mulai menyukai sulap sejak SD, tapi Demian baru serius mempelajarinya saat berkuliah, hingga kemudian berguru kepada pesulap mentalis Deddy Corbuzier. Empat tahun lalu, ia mulai profesional, setelah sempat bergabung dalam sekelompok pesulap muda Pentagram di bawah manajemen gurunya itu. Saat ini jadwal manggungnya delapan kali sebulan.

Untuk ukuran Indonesia, karir Demian boleh dikata cukup baik. Seperti kata Deddy Corbuzier, citra sulap sempat ambruk. Levelnya cuma setingkat pertunjukan selingan pada acara ulang tahun anak-anak. “Sampai ada istilah tukang sulap. Tukang! Seperti tukang bakso saja, he-he-he,” Deddy berkata geli. Saat ini, dunia pertunjukan sulap kita pun tertinggal 50 tahun dibanding di Amerika.


Jika Anda ingat, pada dekade 1980-an sempat dikenal pesulap-pesulap klasik seperti Mister Robin, Arbain, Pak Tepong, atau Jack dan Linda, yang sering tampil di TVRI. Masyarakat baru menyadari keberadaan jenis sulap lain setelah sulap ilusi David Copperfield ditayangkan di stasiun televisi RCTI. Pengaruh ilusionis bermata tajam itu ternyata besar. Sampai sekarang, banyak ilusionis muda di seantero dunia menjadikan Copperfield idola. Termasuk Demian.


Trik Berusia Seabad


Perjalanan seni sulap adalah sebuah kisah panjang, terhitung sejak sejarah mencatatnya di lembar-lembar papirus bertahun 1700 SM, di Mesir. Hingga kemudian Jean-Eugene Robert (1805-1871), pesulap Prancis, menjadi pelopor seni sulap modern. Robert mendirikan Theatre of Magic, gedung pertunjukan yang mempertontonkan trik-trik sulap kreasinya. Sulap-sulap klasik seperti menghilangkan koin, memunculkan kelinci dari topi, atau memotong orang di dalam kotak, muncul pada kurun waktu ini.


Perkembangan sulap menjadi pertunjukan ilusi, dipelopori Buatier De Kolta (1847-1903) dan Servais Le Roy (1865-1953). Kolta menciptakan De Kolta Chair, kursi yang diduduki seorang wanita lalu ditutupi kain. Ketika kain dibuka, wanita itu sudah menghilang. Penonton bertepuk tangan.


Le Roy juga membuat ilusi serupa. Tapi hebatnya, kursi ciptaan Le Roy bisa melayang. Dan ketika kain ditarik, asisten yang duduk di kursi itu seolah menghilang di udara. Bayangkan, trik-trik ilusi yang umurnya lebih dari seabad itu masih dipakai sampai sekarang!


Kolta atau Le Roy, mungkin tidak pernah mengira jika kelak sulap ilusi memberi napas tersendiri pada aksi-aksi sulap yang dipertontonkan di panggung hiburan, dan belakangan di televisi. Daya pikat ilusi seolah abadi, karena penonton terbawa pada imajinasinya. Sesuatu yang sesungguhnya cuma tipuan mata, kelihatan seperti nyata.


Ilusi begitu mencengangkan, sampai terkadang muncul sedikit masalah. Untuk fakta ini silakan Anda tertawa: ada kelompok orang tertentu yang sempat berniat ‘menggagalkan’ pertunjukan sulap David Copperfield di Jakarta tahun lalu. Copperfield dianggap memakai ilmu gaib dalam aksi-aksi sulapnya, sehingga harus dihentikan!


“Saya sendiri tidak pernah menyatakan kalau sulap saya benar terjadi seperti kelihatannya. Semua itu ada rahasianya dan bisa dijelaskan,” begitu cara Demian menepis anggapan adanya kekuatan gaib dalam ilusi yang dimainkannya. Masalah pakaiannya yang serba hitam, namanya yang terinspirasikan bocah iblis Damien Omen dalam film The Omen, serta lambang mirip angka 666 yang dipakainya, juga tidak berhubungan dengan alam gaib. “Ini cuma karakter.”


Namun rasanya wajar jika orang yang tidak cermat akan salah persepsi. Sulap ilusi bermain pada empat hal yang selalu sukses membuat penonton penasaran, yaitu ‘menghilangkan’, ‘memunculkan’, atau ‘menembus’ sebuah benda, serta aksi ‘terbang’. Variasi permainan bisa memakai benda-benda berbagai ukuran, seperti koin, kartu, sepeda motor, mobil, atau bahkan tugu Monas sekalipun.


Sebesar atau sehebat apa pun sebuah sulap ilusi, sekali lagi, semuanya semata-mata mengandalkan metode atau peralatan tertentu yang sudah disiapkan pesulap. Dari balik panggung, sejumlah perangkat dioperasikan pesulap beserta timnya. Malah tidak tertutup kemungkinan, ada orang-orang yang disusupkan di antara penonton untuk membantu pesulap. Semua cara sah-sah saja, demi untuk hiburan.


Jika semua hal teknis sudah oke, kini perhatian penonton tertuju kepada pesulap di panggung. Sebagai front man, pesulap harus mempunyai keterampilan gerak tubuh yang dipadu dengan kelihaiannya membawa suasana lewat kata-kata. Demian misalnya sempat berlatih khusus kepada Septian Dwi Cahyo, pelatih olah tubuh yang juga aktor.


Agar lebih sakti, pesulap juga bisa memperkaya ilmunya dengan okultisme, suatu ilmu untuk memahami yang tersembunyi dalam diri dan lingkungan di sekitarnya. Aplikasinya bisa berbentuk hipnosis untuk mempengaruhi orang, telepati untuk berhubungan dengan orang lain melalui pikiran, atau daya magnetis untuk menarik perhatian orang.


Idenya dari Film Kartun


Makin bervariasi dan majunya aksi pertunjukan sulap akhir-akhir ini, sebenarnya menandakan lahirnya metode-metode baru sulap serta peralatan penunjang yang terus berkembang. Kalau tidak mau ketinggalan, para pesulap pun harus selalu mengikutinya. Artinya, mereka harus selalu berinvestasi pada peralatan atau permainan baru.


Setiap hari ada dua alat permainan sulap baru tercipta. Seminggu sekali, satu alat sulap ilusi baru ditawarkan. Para pesulap dari seluruh dunia mendapat informasi semacam ini, melalui wadah para pesulap dunia seperti International Brotherhood of Magician. Mereka saling berkomunikasi dan berdiskusi lewat internet.


Di balik gemerlap panggung sulap, pembuatan alat-alat pembawa keajaiban ini menjadi bisnis besar. Demian buka kartu, sebuah alat ilusi skala besar, seperti menghilangkan atau memunculkan benda-benda ukuran besar, harganya mulai Rp 50 jutaan. Semakin canggih alatnya, harganya terus merangkak naik. Dan ingat, semuanya masih harus diimpor.


Mahal? Ada alternatifnya, yakni cukup membeli cetak biru peralatannya saja. Pesulap bisa membuatnya sendiri memakai bahan-bahan lokal. “Habisnya bisa cuma sepuluh jutaan,” ungkap Demian yang memiliki 20 alat ilusi besar di samping ratusan permainan kecil. Investasinya sudah tidak terhitung. “Pastinya ratusan juta.”


Dengan membuat peralatan sendiri, selain murah, pesulap juga dapat memodifikasi permainan sesuai keinginannya. Hal ini sangat mungkin karena prinsip kerja sebuah peralatan sulap sebenarnya cukup sederhana, gampang dipelajari, dan mudah juga dicontek tentunya. Misalnya ada alat ilusi yang sebenarnya cuma… Uups! maaf, karena menyangkut hajat hidup para pesulap, kalimatnya terpaksa tidak diteruskan. Biarlah tetap menjadi rahasia di kalangan mereka saja.


Pesulap yang kreatif kadang menciptakan sendiri permainannya. Modalnya, menurut Demian, cuma imajinasi untuk menyuguhkan tontonan baru dan menjadikannya tantangan untuk mewujudkannya. Ia sendiri sudah memodifikasi beberapa alat ilusi. Salah satunya “Pintu ke mana saja”, alat berbentuk daun pintu, kalau dibuka bisa muncul orang sampai dua kali. Idenya dari film kartun Doraemon.


Sambutan penonton juga tidak selalu bisa diduga. Demian yang sering menyuguhkan sulap memakai peralatan elektronik, awalnya malah sempat tidak suka pada salah satu sulap kreasinya yang menggunakan televisi plasma. Aksinya cukup sederhana, ia memegang bola kecil yang dilempar ‘masuk’ ke layar televisi, bola berputar-putar di layar, dikeluarkan lagi kembali ke tangan.


“Di sulap itu saya merasa, kok cuma banyak menari-nari saja terus memainkan bola di tangan. Tapi ternyata banyak penonton suka,” jelas ilusionis ‘high-tech magic’, sebuah julukan yang disandangnya lantaran sering memakai gadget seperti ponsel, PDA, atau komputer dalam aksinya.


Ketergantungannya pada peralatan dan tim, membuat Demian merasa tidak pantas jika terlalu menonjolkan diri. Ia sadar, sulap ilusi tidak bakal sukses tanpa bantuan timnya yang berjumlah 6 orang. Mereka adalah manajer, stage director, music director, penanggung jawab ilusi, dan dua orang urusan teknik. Tim ini tahu semua rahasia sulap Demian, tapi sudah terikat perjanjian untuk tidak membocorkannya.


Bersama timnya, Demian merancang sebuah aksi sulap dengan skenario tertentu. Setiap gerakan diperhitungkan cermat—bahkan dalam hitungan detik—dibantu penataan panggung, alunan musik, koreografi, atau cahaya lampu. Tidak boleh ada kesalahan sedikit pun karena akibatnya sulap bisa gagal. Atau yang lebih gawat, rahasia permainan terbongkar di mata penonton. Reputasi pesulap bisa hancur, minimal harus menanggung malu.


Karena resiko itu, sebelum naik panggung, persiapan harus benar-benar matang. Terutama mengecek kekuatan panggung, karena peralatan ilusi dan tetek bengeknya, beratnya bisa puluhan atau malah ratusan kilogram. Jangan sampai di tengah pertunjukan, misalnya panggung roboh.


Kalau suasana di sekitar panggung sepi, tim Demian akan selalu menyempatkan diri berlatih. “Paling tidak saya latihan dua jam, biar tenang,” ujar Demian yang mengaku bersyukur sejauh ini semua pertunjukannya berjalan baik. Kalau kebetulan panggung ada di tempat ramai, seperti mal, apa boleh buat, latihan pukul 4 pagi juga harus dilakoninya.


Format sebuah pertunjukan sulap ilusi umumnya sama. Selain beberapa permainan ilusi besar, sesuai negosiasi antara pesulap dengan pihak pengundang, umumnya dimainkan juga sulap-sulap versi lain sebagai variasi, seperti sulap jarak dekat atau permainan kecil (close-up magic) untuk berinteraksi dengan penonton.


Sulap permainan jarak dekat dilakukan di depan beberapa orang yang berkumpul, memainkan benda-benda seperti saputangan, koin, atau kartu. Permainan yang berakar pada sulap klasik ini punya banyak variasi dan teknik memainkannya. Tahukah Anda, ada lebih dari 50 teknik menghilangkan koin di telapak tangan? Hebatnya, walau sering dimainkan di mana saja, penonton tetap terkagum-kagum.


Sebagai selingan, disuguhkan juga permainan yang berinteraksi dengan penonton, agar mereka merasa terlibat dalam pertunjukan. Sebenarnya permainan semacam ini sangat lazim. Bahan-bahannya mudah didapatkan di buku-buku sulap atau malah internet sekalipun, karena hanya berupa permainan ilmu pasti atau matematika.


Dengan aneka variasi permainan, Demian berharap penonton tidak melulu terpaku pada trik-trik sulap dan rahasia di baliknya. “Saya ingin mengajak penonton untuk menyaksikan hal-hal yang tidak kita lihat sehari-hari. Lupakan semua persoalan. Di sini kita akan terhibur,” ajaknya.


Menembus Tanpa Membuka Kunci


Berbeda dengan sulap lainnya, dalam aliran mentalis, pesulap umumnya justru akan selalu bermain dengan penonton. Interaksi itulah yang menjadi sulapan sekaligus tontonannya. “Buat saya, di sini letak menariknya. Sulap mentalis memang tidak bagus secara visual, tapi bagus sebagai interaksi,” jelas Deddy Corbuzier, soal ketertarikannya pada aliran yang jarang ditekuni para pesulap ini. Di seluruh dunia, menurut Deddy, saat ini cuma ada puluhan mentalis.


Seperti pesulap lain, pria 31 tahun bernama asli Deddy Cahyadi Sundjojo ini awalnya juga bermain sulap klasik dan ilusi. Karena sejak kecil bercita-cita menjadi pesulap, ia malah sempat belajar pada sejumlah pesulap yang populer di TVRI era dekade 1980-an. Kecintaannya pada mentalis baru muncul ketika Deddy melihat pertunjukan kelompok pesulap mentalis Legendary Thirteen di Israel. Semasa SMA, ia ikut ayahnya yang bekerja di sana.


Bagi Deddy, mentalis adalah the most believable art of magic. Seni sulap yang riil, karena 90 persennya psikologi dan bukan cuma mengandalkan trik. Beda dengan ilusi, yang menurutnya, kalau dimainkan terus, lama kelamaan bisa membuat orang menyadari triknya (walau tetap merasa terhibur). “Sulap mentalis lebih bisa dipercaya karena kemampuan ini ada di dalam setiap orang dan bisa dipelajari. Terlepas orang mau melakukannya atau tidak.”


Sulap mentalis juga mempunyai lebih banyak variasi permainan dibanding sulap lain. Penggolongan besarnya adalah membaca pikiran, prediksi, telepati, fisika kuantum, psikokinetik, dan clairfoyance (mengarah ke hipnosis). Setiap golongan punya puluhan bahkan ratusan variasi permainan. Karena begitu banyak, akibatnya orang sering salah membedakan dengan ilusi.


Ambil contoh sebuah aksi sulap seseorang terkunci di dalam kotak lalu ditutupi kain, dan harus membebaskan diri. Dalam penjelasan Deddy, seorang escapologist (ahli membebaskan diri, seperti Houdini) butuh sebuah lubang agar tangan bisa keluar untuk membuka kunci. Ilusionis akan menghilangkan diri untuk kemudian muncul di luar kotak. Sedangkan mentalis akan menembus kotak tanpa perlu membuka kuncinya!


Oke deh, penjelasan itu boleh dipercaya, boleh juga tidak. Yang jelas, permainan semacam itu memang didasari pada teori fisika kuantum. Sebuah benda solid menembus suatu batas yang solid pula. Masalahnya, apakah benar terjadi seperti itu, Deddy mengembalikannya kepada keyakinan penonton.


Pada awal pemunculannya, nama Deddy sendiri dikenal banyak orang lewat permainan psikokinetik. Menggerakkan benda dari jauh, mematikan jam tangan, atau membengkokkan benda adalah aksi yang membuat orang berdecak kagum padanya. Apa rahasianya? “Ah, semua orang juga bisa. Mungkin mereka tidak dalam kondisi harus melakukannya,” tutur sarjana psikologi lulusan Universitas Atma Jaya Jakarta ini.


Azka, anak lelaki Deddy berumur setahun, sudah bisa membengkokkan sebuah kunci berdasar teori psikokinetik tadi. Prestasi itu masuk catatan Museum Rekor Indonesia tahun 2007. Lucunya, kepada media Deddy selalu menyatakan tidak mau kalau putra sulungnya itu kelak menjadi pesulap.


Karena hanya bermain-main kekuatan pikiran, seorang mentalis kebanyakan akan tampil tunggal di panggung. Artinya, Deddy juga tidak perlu kerepotan membawa peralatan apa pun saat mentas. Cukup berpenampilan oke, serta fisik yang sehat untuk naik pentas. Sesekali ia mengajak Kalina, istrinya, membantu permainan.


Deddy berterus terang menggali beraneka permainan dari buku-buku sulap mentalis yang semuanya impor. Di rumahnya ada ribuan judul buku yang kebanyakan tentang sulap atau psikologi. Ia juga sempat meluncurkan dua buku sulap mentalis yakni Free Will dan Nocturnal Book Test. Pasarnya luar negeri.


Tapi meski cuma tinggal membaca, menurut Deddy, bukan berarti sembarang pesulap bisa memainkan. Yang berat justru latihan-latihan pribadi yang terfokus pada peningkatan kemampuan di dalam diri sendiri. Dua jam sehari, ia melakukan meditasi dan yoga. Ada juga latihan intuisi, menebak sesuatu, memakai benda-benda tertentu seperti kartu.


Rohaniawan Belajar Sulap


Pemunculan pesulap-pesulap muda, seperti Deddy atau Demian, yang permainan dan penampilannya terlihat lebih segar di mata penonton, ternyata berhasil menggairahkan kembali dunia sulap Indonesia. Deddy mengakui, apresiasi orang Indonesia kepada sulap kini sudah jauh membaik. Sedang Demian berkisah, saat pertunjukan di Pontianak, seorang pedagang alat sulap bercerita penjualan toko alat sulapnya meningkat setelah Demian muncul di televisi.


Minat untuk mempelajari sulap juga kian meluas. Deddy menegaskan, belajar sulap bukan berarti harus menjadi seorang entertainer sulap. Di sekolah sulap yang dikelolanya, ada pejabat, jenderal, rohaniawan, sampai sales asuransi yang menjadi muridnya. “Sulap efektif untuk ice breaking, memecah kebekuan dalam pergaulan. Apalagi kalau bertemu dengan orang-orang yang baru dikenal.”


Sedangkan bagi pesulap sejati, menyelami dunia penuh rahasia ini rasanya tidak akan pernah mencapai batas akhir. Apalagi jika sulap telah menjadi napas dari hidup keseharian mereka. Bermain sulap bukan melulu harus tampil di panggung.


Karena itu di kalangan pesulap juga dikenal semacam tingkatan eksistensi. Ada twister, pemula yang biasanya selalu ingin menunjukkan kebisaannya, sorcerer yang bermain saat diperlukan saja, oracle yang banyak melakukan pencarian makna dari ilmu sulap, serta sage yang sudah sampai pada tahap pencapaian tertentu dan tidak mempertunjukkan kemampuannya lagi.


“Seorang sage biasanya sudah berumur, lebih bijaksana. Tapi, bisa tiba-tiba bermain sulap mengeluarkan bunga untuk seorang anak kecil,” tutur Deddy yang mengagumi ‘sage’ dari Indonesia, Gatot Sunyoto, seorang entertainer serta ventriloquist atau ahli bicara perut tanpa menggerakkan mulut, yang juga bagian dari seni sulap.


Jika sepintas Anda merasa istilah-istilah tadi berbau-bau dunia sihir, percayalah, semua itu semata-mata karena keterbatasan diksi dalam bahasa Inggris. Seperti adanya beragam arti pada kata ‘magic’. Bahasa Indonesia lebih beruntung berhasil memisahkan antara ‘sulap’ dan ‘sihir’. Sekali lagi, ini cuma sulap, bukan sihir.


[T. Tjahjo Widyasmoro & Elisabeth Kartikasari, Majalah Intisari]

[+/-] Selengkapnya...

Blaine Pecahkan Rekor Tahan Nafas

Los Angeles, 2 Mei 2008 06:54
Ahli ilusi David Blaine berhasil menahan nafas selama 17 menit dan 4 detik untuk membuat rekor baru dari rekor sebelumnya 16 menit dan 32 detik yang dibuat pada September 2007 oleh Peter Colat dari Swiss.

Blaine, 35 tahun, dalam aktraksinya yang disiarkan secara langsung oleh sejumlah stasiun televisi, masuk kedalam tong berisi air dalam Oprah Winfrey Show setelah menghirup oksigen murni selama 23 menit.

Setelah melewati rekor lama, Blane menghirup nafas dalam-dalam sebelum mengatakan kepada Oprah, dirinya dalam kondisi `baik-baik saja`, dan ia merasa puas telah mencapai impiannya selama ini.

Setelah melewati periode singkat pemulihan Blaine mengatakan didepan para penonton show yang paling populer di AS itu bahwa ia sudah lama mencoba untuk dapat membuat catatan waktu 23 menit menghirup dalam oksigen namun pernah gagal membuat detak jantungnya menurun menjadi 20 detak per menit yang pernah ia capai melalui latihan secara serius.

Didalam suasana tegang dalam studio yang menayangkan secara langsung usahanya, detak jantungnya hampir tak pernah turun dibawah 100 detak per menit. "Saya mulai meragukan apakah saya sanggup melakuknnya karena saya belum pernah melakukannya dengan detak jantung yang cukup tinggi," katanya.

Blaine mengatakan, ia termotivasi dalam usahanya karena keingginannya untuk melakukannya sekuat tenaga.

Dalam usahanya sebelumnya ia dimasukkan kedalam sebuah peti mati selama sepekan dan dimasukkan dalam tumpukan es selama dua setengah jam dan berpuasa selama 44 hari dalam sebuah peti. [EL, Ant]

http://www.gatra.com/

[+/-] Selengkapnya...

Trik Sulap 11 Kartu

Bahan yang diperlukan: hanya 11 lembar kartu remi.
Cara memainkan:

Pertama: Pegang 11 kartu lalu mintalah penonton mengocoknya lalu kembalikan kepada Anda. Minta penonton memilih 1 kartu (jangan tunjukkan kepada Anda). Lalu mintalah penonton meletakkan kartu tersebut di urutan ke-2 (dari atas).

Kedua: Letakkan kartu satu persatu di atas meja sambil mengeja nama penonton (maksimal nama 11 huruf, kalau terlalu panjang, cukup nama panggilan saja). Bila masih ada sisa kartu di tangan kiri Anda, taruh semuanya di atas tumpukan tadi.

Ketiga: Sekarang giliran Anda mengeja nama saya DIAMONDS sambil meletakkan kartu satu persatu di atas meja (8 kartu diletakkan di atas meja). Sisa kartu di tangan kiri Anda ditumpukkan di atas 8 kartu tadi.

Keempat: Kemudian letakkan satu persatu kartu di atas meja dan katakan ke penonton, bilang STOP di mana saja Anda mau. Setelah penonton bilang STOP, sisa kartu ditumpuk lagi di atas kartu tadi.

Kelima: Ambil tumpukan kartu tadi, letakkan kartu di belakang punggung Anda. Ambillah kartu ke-2 dari bawah, lalu tunjukkan kartu tersebut kepada penonton. Itu pasti kartunya!

Catatan:
Saat akan melakukan langkah keempat, posisi kartu penonton ada di urutan nomor 2 dari atas. Jadi saat melakukan langkah keempat ini, sebaiknya setelah Anda meletakkan 2 kartu di atas meja, barulah Anda mengatakan “Bilang STOP di mana saja Anda mau.” Tapi kalau pun penonton protes, ingin 1 kartu saja yang diletakkan di meja, tidak masalah. Berarti kartu penonton ada di bagian paling atas. Yang harus Anda ingat adalah saat akan melakukan langkah keempat, kartu penonton ada di urutan ke-2 dari atas (ini kuncinya).

Pada klimaks (saat akan mengeluarkan kartu penonton) sebaiknya dilakukan di belakang punggung agar rahasia sulap ini tidak mudah terbongkar. Anda bisa melakukan macam-macam variasi saat mengeluarkan kartu pilihan penonton tadi.Permainan ini bisa dimainkan pada siapa saja (meski nama tiap orang berbeda jumlah hurufnya dan mereka boleh bilang STOP kapan saja). Hasilnya tetap sama.

Saat akan main sulap, ingat kode etik pesulap.

[+/-] Selengkapnya...

Trik Menebak kartu Penonton part 4

Preparation:
1. siapkan satu deck card (boleh bicycle, bee club cards, aviator, aristocrat, hoyle, angel, ato kartu remi biasa. Asal bukan kartu domino aja )

2. persiapkan stage yang pas ketika anda memainkan trik ini. Jangan sampe ada audien yg berada di belakang anda.
3. siapkan mental anda. Kendalikan nervous, dan tunjukan trik ini hanya satu kali saja. Ingat itu!

step-by-step:
1. persilakan audien untuk mengambil sebuah kartu dari deck anda. Yakinkan dia bahwa anda tidak melihat kartunya sehingga anda tidak tau kartu apa yang ditariknya

2. kalau sudah, kembalikan kartu tersebut ke tumpukan dek dimana kartu tsb akan diposisikan pada tumpukan teratas deck anda.
3. setelahnya, ambil deck tersebut, letakan dipunggung anda/membelakangi audien, dan pindahkan kartu sehingga membelakangi anda. Hal ini ditujukan agar audien tidak melihat trik apa yang anda persiapkan.
Yang perlu anda lakukan. Ambil kartu teratas (baca:kartu pilihan audien) dan balik kartu itu. Posisikan dengan bagian muka kartu menghadap ke atas.
4. Angkat dan tunjukan kartu paling bawah dari deck tsb dan katakan, “kartu yang anda pilih tadi ini ya?”

5. So, sudah pasti kalo jawaban audien adalah, “Salah mas, bukan itu kartunya!”
Ya jelas lah, wong kartu yang dia pilih tadi sudah anda balik berada ditumpukan paling atas, dan yg anda tunjukan kartu pengalih yg berada di deck bawah. Anda hanya perlu sedikit akting kaget kalau anda ternyata salah.
Tujuan step ini agar anda dapat melihat kartu audien yg anda balik tadi.

6. ok, critanya anda sudah tau kartunya tadi apa. Sisanya terserah anda. Sesuai kreatifitas anda

Anda bisa:
- menyebutkan langsung kartunya tadi apa
- Anda dapat memegang pergelangan tangan audien(kl cwek mantep euy :D) dan minta ia untuk berkonsentrasi dan membayangkan kartunya tadi kartu apa.
Lalu sebutkan kartu-kartu deck anda berurutan (As, 2, 3…, heart, spade, clover, diamond ). Yakinkan audien bahwa anda bisa mengetahui kartu yang dibayangkan audien hanya dari denyutan nadi di pergelangan audien.
- menggunakan kombinasi change-color, monte ato trik lain sebagai variasi

[+/-] Selengkapnya...

Etika Bermain Sulap

Sulap. Banyak orang yang menekuni ilmu ini tetapi banyak dari mereka melupakan atau tidak memegang teguh kode etik sulap.Padahal kenyataannya ini berbahaya. Memang realitanya sulap sekarang ini sudah menjadi industri, mata pencaharian banyak orang, tetapi kita harus tetap menjaga rahasianya dari diri sendiri.

Berikut kode etik sulap yang harus di pegang teguh para pesulap.
ETOS (ETika Orang Sulap):
1. Jangan tampil sebelum anda menguasai sulap itu dengan baik. Semua sulap yang baik akan terlihat casual dan biasa saja.
2. Jangan pernah memberitahu seseorang apa, dimana, atau oleh siapa andah mendapatkan rahasia ilmu tersebut kecuali kepada para magician itu sendiri.
3. Jangan pernah membongkar sulap - sulap yang anda ketahui.
4. Jangan pernah menjadi hackler kepada pesulap lain yang sedang tampil!.
*Hackler yaitu orang yang mengacaukan penampilan sulap dengan mencoba menebak atau membongkar rahasianya.
5. Jangan pernah menampilkan sulap lebih dari satu kali kepada satu orang.
(sumber: mas forgie)

[+/-] Selengkapnya...

Trik Menebak kartu Penonton part 3

Atraksi:
pesulap menyerahkan 1 pak kartu kepada penonton.setelah kartu di kocok...pesulap mengambil kartu tersebut dan menyuruh penonton mengambil selebar kartu secara random(bebas)...
kemudian pesulap menyuruh penonton membagi tumpukan kartu menjadi 2 bagian.setelah itu kartu pilihan penonton diletakkan diatas tumpukan.kemudian kartu disatukan kembali.lalu kartu dikocok.sambil berpikir keras...pesulap mengambil sebuah kartu yang ada didalam tumpukan kartu yang telah dikocok.dan hebatnya kartu yang diambil adalah kartu pilihan penonton...

rahasia:
saat tumpukan kartu dibagi menjadi 2 bagian...misalnya tumpukan A dan tumpukan B...tanpa diketahui penonton,sipesulap mengambil tumpukan B dan melihat kartu paling bawah(P) yang ada di tumpukan B.pesulap mengingat kartu tersebut.kemudian si pesulap menyuruh penonton meletakkan kartu pilihan penonton(S) di atas tumpukan A.dan dengan cepat pesulap meletakkan tumpukan B keatas tumpukan A.berarti sekarang kartu (P) berada diatas kartu (S)....lalu pesulap mengocok kartu(kocokan kartunya tidak terlalu rata untuk menghindari kartu (P) dan (S) terpisah)...nah saat pesulap pura pura berpikir keras,pesulap segera melihat kartu yang ada ditengah tumpukan..kartu pilihan penonton (S) pasti berada dibawah kartu (P)...

[+/-] Selengkapnya...

Trik Menebak kartu Penonton part 2

Atraksi:
Pertama pesulap menuliskan sebuah prediksi kartu yang akan dipilih oleh penonton diatas sebuah kertas kecil.lalu kertas tersebut dilipat dan disimpan disuatu tempat yang khusus dan tidak ada orang yang bisa mengambilnya.misalnya diselemabr amplop yang di plester kuat.
kemudian pesulap mengeluarkan setumpuk kartu dan menujukkannya kepada penonton dan mengatakan bahwa kartu yang akan dipilih oleh penonton akan sama dengan yang barusan dia tulis..nanti sang pesulap akan mengajukan pertanyaan tapi harus dijawab dengan cepat...
beginilah pertanyaannya..

ket:
P=pesulap
S=penonton

P:Kartu remi ini ada 2 warna...kamu pilih yang warna merah atau hitam?
S:merah
P:berarti kartu merah kita ambil..nah di kartu merah ada hati sama wajik..kamu pilih yang mana?
S:saya pilih wajik
P:berarti kartu wajik kita buang dan sisa kartu hati...nah di kartu hati ada gambar sama angka.kamu pilih yang mana?
S:saya pilih angka
P:berarti angka kita ambil nah di kartu angka ada angka yang besar seperti 6,7,8,9,10 dan angka yang kecil seperti 2,3,4,5...kamu pilih yang mana?
S:saya pilih angka kecil
P:berarti angka kecil kita buang...nah di angka yang besar 6,7,8,9,10 ada angka ganjil dan angka genap...kamu pilih yang mana?
S:saya pilih ganjil
P:berarti kartu ganjil kita ambil...nah sekarang tersisa 2 kartu yaitu kartu 7 dan 9..kamu pilih yang mana?
S:saya pilih 9
P:berarti kartu pilihan kamu 9 hati...dan seketika itu juga pesulap membuka kertas yang tadi dia tulis..dan ternyata kartu yang ditulis oleh pesulap tersebut adalah kartu 9 hati...

kenapa bisa begitu?

Rahasia(secret)
Sebenarnya rahasia dari sulap tersebut sangat simpel sekali...yang penting dalam melakukan atraksi ini adalah jangan biarkan si penonton untuk berpikir dahulu sebelum menjawab.biarkan mengalir secara spontan...makanya sebelum memulai atraksi ini,pesulap meminta penonton untuk menjawab dengan cepat..rahasia sebenarnya adalah anda membimbing si penonton menuju kartu pilihan anda.coba anda perhatikan kata buang dan ambil dalam pertanyaan diatas.jadi kamu bebas untuk mengatakan kapan kartu diambil dan kapan kartu dibuang.pokoknya bimbing penonton menuju kartu yang telah kamu siapkan sebelumnya...

[+/-] Selengkapnya...

Trik Menebak kartu

Show

Sang pesulap menampilkan sebuah kartu yang masih baru didalam pembungkus. Ia memperlihatkan
kepada penonton bahwa kartu tersebut masih baru. Selanjutnya ia bercerita, bahwa pada zaman dahulu
banyak orang yang memiliki kemampuan membaca sesuatu tanpa melihat atau dengan menggunakan
telepati. Ia juga mengatakan bahwa dirinya telah belajar mengenai kemampuan itu dan saat ini ia ingin
mencoba dihadapan para penonton tentang kemampuan membaca tanpa melihat.
Pesulap itu menunjukkan kartu yang dibuka kehadapan penonton, ia mengatakan misalnya kartu yang
dihadapkan penonton 2 hati maka ia sanggup membacanya. Setelah itu sang pesulap meletakkan kedua
tangannya kebelakang sambil berusaha membalik kartu berikutnya.
Kartu berikutnya dihadapkan pada penonton dan sang pesulap dengan gaya sedikit mengerutkan kening
seperti orang berpikir menebak kartu yang dihadapkan pada penonton tanpa melihatnya. Dan ternyata
tebakannya benar. Selanjutnya ia juga melakukan hal yang sama yaitu membalik kartu tanpa melihat
serta menebaknya. Dari beberapa kali tebakan semuanya benar tidak meleset. Penonton bertepuk
tangan karena kagum akan kemampuan pesulap itu.

Bahan Permainan :
Sebelum melakukan permainan tersebt sediakan satu set kartu baru, tetapi sebelumnya pada bagian
belakang kartu balikkan beberapa kartu sehingga bagian gambar menghadap kearah sebaliknya.

Cara Memainkan :
Perlihatkan pada penonton satu set kartu baru, jika perlu uraikan kartu itu (tetapi jangan sampai
beberapa kartu bagian belakang yang menghadap ke anda terlihat oleh penonton). Sambil menguraikan
kartu berceritalah tentang kemampuan membaca kartu tanpa melihat agar perhatian penonton tertarik
serta tertuju kepada anda.
Sebelum anda memulai permainan anda dapat memberikan contoh pertama kali dengan melihat kartu
pada bagian depan dan kemudian menghadapkannya kepada penonton sambil menebak kartu tersebut.
Tetapi yang harus diperhatikan, pada saat menebak kartu awal, usahakan pandangan mata anda tertuju
pada penonton sambil sedikit melihat pada bagian belakang kartu yang telah anda persiapkan
sebelumnya (Posisi kartu yang anda perlihatkan kepada penonton jangan terlalu jauh dari pandangan
mata anda dan jangan terlalu dekat).
Selanjutnya katakan bahwa Anda akan menebak kartu berikutnya sambil kedua tangan diletakkan ke
belakang untuk mengubah posisi kartu baru yang akan di tebak (Kartu baru tersebut adalah kartu yang
diambil dari belakang susunan kartu dan Anda telah melihat berapa angka serta jenisny).
Tunjukkan kartu baru (masih diatas tumpukan kartu) tersebut kepada penonton. Jangan langsung
menebak, tetapi bergayalah seperti orang sedang berpikir dan berusaha menebak. Setelah itu Anda
dapat langsung menebaknya dengan benar.
Agar penonton lebih tertarik, ulangi sekali lagi permainan tebakan kartu tersebut dengan cara yang
sama. Dan usahakanlah pandangan Anda pada saat menebak tetap tertuju kepada penonton.

Ingat! Permainan ini dapat dimainkan dengan sempurna jika di Permainan ini dapat dimainkan dengan sempurna jika dilatih terus-menerus, sehingga Anda
memahami benar gaya dan cara yang digunakan dalam permainan ini.

[+/-] Selengkapnya...

trik sulap memutar tangan 360 derajat

Kalau nggak salah ini saya dapat dari trik sulapnya dari David Blaine. Pernah nggak lihat trik sulap yang gini : Pesulap ngobrol sama orang-orang dengan telapak tangan ditelungkupkan ke atas meja. Yang bikin shock orang-orang ini, telapak tangan pesulap diputar di atas meja dengan putaran 360 derajat bahkan lebih! Yang agak bikin ngeri sepertinya sendi-sendi tangannya dipaksa banget sampai-sampai bunyi ‘gemeretak’.
Bisa bayangin nggak? Pengen tahu caranya ?

Caranya gini :
1.Kita wajib memakai baju lengan panjang, kalau bisa yang longgar.
2.Saat orang-orang di depan kita, telungkupkan telapak tangan dengan ujung jari menghadap badan. Jika memakai tangan kanan baiknya siku tangan menghadap ke badan juga.
3.Putar 360 derajat melawan arah jam.
4.Saat memutar jangan terlalu cepat biar tidak terlihat mudah melakukannya, dan jangan lupa mengeluarkan ekspresi yang kesakitan untuk mempengaruhi orang-orang.

Dan yang lebih penting lagi, jangan lupa sebelum trik ini dilakukan, taruh botol kecil air mineral kosong di bawah ketiak tangan yang digunakan. Sambil digerakkan manfaatkan botol untuk mengeluarkan efek ‘gemeretak’ tulang-tulang kita. Mau coba?

[+/-] Selengkapnya...

Awal Mula Sulap

Pertengahan Oktober 2007 lalu, pengunjung kolam renang Waterboom Karawaci Tangerang mendadak riuh. Pasalnya, seorang lelaki berjas hitam panjang, dengan potongan rambut ala kaisar Cina melakukan atraksi yang selama ini cuma ada di cerita-cerita silat. Berjalan di atas air. Lelaki itu kolam setapak demi setapak.

Di bawah kakinya, beberapa orang berenang. Beberapa orang memastikan aksi itu bukan tipuan semata. Para pengunjung kolam tegang. Sanggupkah lelaki berjas hitam, itu sampai ke seberang kolam? Kenyataannya, ia berhasil melakukannya. Tepuk tangan pun menggema. Banyak yang kagum sekaligus penasaran dengan kemampuan lelaki itu. Kok bisa ya, manusia berjalan di kolam? Lelaki yang ternyata pesulap kesohor Indonesia, Deddy Corbuzier itu menjawab sambil tersenyum.”Ini bukan hal aneh, karena bisa dipelajari. Ini ilmu kundalini asal India untuk mengontrol daya gravitasi.”
Bisa mengontrol daya gravitasi? hmm, tambah bikin penasaran ya.
--***--

Sebenarnya apa yang dilakukan Deddy adalah bagian dari pertunjukan sulap. Jangan salah, sulap masa kini nggak terbatas pada permainan kartu, atau menghilangkan dan menemukan barang-barang saja. Sulap masa kini udah berkembang sangat pesat. Jenisnya pun udah macam-macam. Yakni permainan sulap kartu (card magic), ilusi visual (illusionist), trik membaca pikiran (mentalist), meloloskan diri dari berbagai alat pembelenggu (escapologist), dan sulap yang menggunakan teknologi dalam setiap triknya (techno magic). Biasanya setiap pesulap menguasai setiap jenis sulap ini, tetapi mereka mengambil spesialisasi sendiri.Jadi, belajar sulap itu kayak belajar di fakultas kedokteran. Bila udah tahu dasar-dasar sulap secara umum, selanjutnya kita bisa ambil spesialisasinya.

Sulap sebenarnya sebuah seni pertunjukan yang bertujuan bikin orang penasaran, takjub dan terhibur. Untuk mendukung sebuah pertunjukan sulap, biasanya pertunjukan ini digabungkan dengan seni musik, seni tari maupun lukis. Ada juga yang menggabungkan keterampilan sulap dengan ilmu fisika, biologi, kimia, psikologi, dan lain-lain. Jadi, meskipun aneh en gak masuk akal, kebanyakan trik sulap bisa dijelaskan secara ilmiah.
Seni sulap udah dikenal lama banget. Sebuah dokumen tua berusia 1700 SM, menceritakan sebuah kisah sulap menarik. Seorang pesulap Mesir dipanggil untuk menghibur Raja Cheops. Ia melakukan trik memotong kepala seekor hewan, dan mengembalikannya dalam keadaan hidup tanpa terluka sama sekali. Oleh sang Raja, pesulap tersebut diminta untuk mengulang triknya dengan menggunakan narapidana. Pesulap itu menolaknya.
Ada juga dokumen lukisan yang terdapat di dinding sebuah kuburan tua di Mesir, bernama Beni Hasan. Situs ini diperkirakan telah berusia antara 2.500-2.200 tahun SM. Lukisan itu menggambarkan dua orang yang sedang bermain dengan empat buah cangkir. Permainan tersebut dikenal sebagai Cups and balls. Merupakan trik sulap yang sangat tua dan masih populer hingga saat ini.

Sulap mulai menjadi seni pertunjukan yang dikemas profesional sejak abad 18. Isaac Fawkes salah seorang pelopornya. Ia dikenal karena kehebatannya menumbuhkan pohon apel hanya dalam waktu kurang satu menit. Bahkan bukan hanya menumbuhkannya, Fawkes juga mampu membuat pohon itu mekar dan menghasilkan buah. Berkat kelihaiannya ini, ia mendapat banyak uang dan menjadi kaya raya.

Sosok penting lainnya dalam dunia sulap adalah Giuseppe Pinetti (1750 -1800) seorang Itali. Ia tampil di berbagai tempat, termasuk istana untuk mempertunjukkan kemahirannya bermain sulap. Pada tahun 1784, ia bahkan mengadakan pertunjukan di Haymarket Theatre, London. Pertunjukannya ini menandai dimulainya sejarah baru dunia sulap. Citra sulap pun berubah. Dari sekadar seni sulap jalanan dan pengisi festival pekan raya, menjadi sebuah pertunjukan teater yang megah dan besar.

Sekarang seni sulap berkembang sangat pesat dan sudah merambah ke seluruh dunia. Para pesulap tak lagi dipandang sebagai penghibur kelas dua. Mereka sangat ngetop, menyamai kepopuleran aktor dan aktris film. Tak hanya itu, para pesulap ini juga punya cita-cita untuk lebih memasyarakatkan sulap. Mereka mendirikan sekolah-sekolah dan situs-situs sulap. Kalau kamu berminat atau cuma penasaran dengan sekolah sulap ini, boleh intip situs-situs mereka. Salah satunya magicstation-indo.com.

(about-potter/blackjademagic/wiki/popsy/blackja demagic/magicstation-indo)

[+/-] Selengkapnya...

Kamis, 01 Mei 2008

Trik Kartu

Show

Pesulap mempersilahkan seorang hadirin untuk mengambil sebuah kartu dari setumpuk kartu di tangan pesulap. Setelah kartu yang diambil dikenali, lalu dikembalikan ke dalam tumpukan kartu. Selanjutnya pesulap mengocok kartu tersebut sembari menanyakan angka favorite atau 2 digit terakhir no Hp hadirin. Contoh, hadirin menyebut angka 15 lalu pesulap mengambil kartu satu persatu sambil menghitung satu-dua-tiga dst membentuk tumpukan baru sampai 15, kemudian 15 kartu tumpukan ini diberikan kepada penonton untuk dihitung apakah jumlahnya benar 15 kartu? Penonton menghitung satu persatu dan pada kartu ke 15 ditangan penonton itulah kartu pilihannya.

Rahasia

Ketika kartu yang dipilih dikembalikan kedalam tumpukan, pesulap secara lihai menempatkan kartu itu diatas tumpukan ( gunakan teknik Cut & Shuffel ). Pada waktu pesulap menghitung sejumlah bilangan yang ditentukan maka kartu pilihan berada di tumpukan paling bawah, dan pada saat pesulap meminta penonton untuk mengecek jumlah kartu tsb, maka kartu pilihan akan berada pada hitungan terakhir


:: Miracle Ash Prediction ::
Show

Penonton dipersilahkan mengambil satu buah kartu, setelah dilihat kartu dikembalikan kedalam tumpukan. Selanjutnya penonton diminta untuk menuliskan kartu pilihannya pada secarik kertas. Pesulap meminta kertas tsb tanpa mengetahui isinya dan membakarnya. Kemudian abu bakaran tsb digosokan di salah satu lengan pesulap, ajaib . . . di lengan pesulap muncul tulisan kartu pilihan penonton.

Rahasia
Sebelum permainan dimulai pesulap telah menuliskan kartu pilihan penonton di lengannya dengan menggunakan sabun batangan yang diruncingkan ujungnya, dan dibasahi sedikit dengan air. Setelah kering tulisan tidak akan terlihat, namun bila lengan tersebut digosok dengan abu tulisan akan nampak.

Nb: Untuk menentukan kartu pilihan penonton gunakan Forcing teknik, salah satunya lihat trick Damp Card.


Sumber: http://www.danangthemagician.blogspot.com/

[+/-] Selengkapnya...

History Of Card


Sebagai peorang pesulap tentunya kita sudah tidak asing dengan yang namanya kartu. Kartu yang sering dipakai baik dalam permainan sulap maupun permainan lainnya, seperti poker, remi dll memiliki nilai historis.

Kartu yang kita kenal dan sering kita pake untuk sulapan sekarang ini adalah jenis kartu dari INGGRIS. Karena itu, pada umumnya kita juga jadi terbiasa dengan nama kartu dalam bahasa Inggris, seperti “JACK (J)”, “QUEEN (Q)”, “KING (K)” dan ”ACE (A)”. Jenis kartu dari Inggris ini dalam satu setnya berjumlah 52 lembar, ditambah dengan JOKER.


Selain jenis kartu INGGRIS masih banyak lagi jenis lainnya, seperti jenis kartu dari daratan Eropa, Persia, Cina, Mesir, dll. Jumlah kartu per setnya ada yang 24, 32, 72, dll. Penampilannya juga beda-beda, ada yang kurus panjang, ada yang bulat, ada yang lebar. Terus, ada kartu yang cuma ada gambar/symbolnya saja dan ada juga yang bertuliskan huruf, tapi bukan J,Q,K dan A.


Yang jelas, yang namanya kartu ya baru ada setelah manusia berhasil membuat kertas. Karena itu, diduga bahwa kartu-main pertama adalah dari daratan Cina, karena kertas itu pertama-tama ditemukannya di China. Dan yang jelas pula adalah bahwa pada awalnya kartu enggak dibuat untuk bermain, tapi untuk tujuan tertentu, misalnya untuk meramal, untuk meditasi dan/atau untuk tujuan seremonial. Oleh sebab itu, jumlah kartu dalam satu set-nya juga tidak sembarangan, melainkan dalam jumlah dengan angka yang bermakna. Misalnya:



o Jenis kartu dari Inggris itu jumlahnya 52. Kenapa kok 52? Karena setiap kartu mewakili satu minggu dalam satu tahun. Karena jumlah minggu dalam setahun adalah 52, ya maka jumlah kartu dalam satu set adalah 52;



o 52, ... 5+2 = 7 = jumlah hari dalam satu minggu;



o Terus, satu tahun di daratan Eropa terdiri dari 4 musim (musim dingin, gugur, semi dan musim panas), karena itu dalam satu set kartu ada 4 golongan, yaitu:

- Sekop (♠), mewakili musim dingin, mewakili unsur angin/ udara dan melambangkan runcingnya lambang pedang di kartu Tarot;

- Hati (♥), mewakili musim gugur, mewakili unsur air dan berasal dari lambang piala pada kartu Tarot;

- Wajik (♦), mewakili musim semi, mewakili unsur tanah dan berasal dari lambang pentagram pada kartu Tarot;

- Keriting (♣), mewakili musim panas, mewakili unsur api dan berasal dari gambar dedaunan yang terdapat pada lambang batang kayu (tongkat) di kartu Tarot;

o Dalam satu golongan terdapat 13 kartu (dari Aas s/d King). 13 adalah jumlah minggu dalam satu musim;



o 13, ... 1+3 = 4 = jumlah musim dalam satu tahun = 4 penjuru angin;



o Lalu mengapa kartu terdiri dari kartu merah dan kartu hitam?

Karena merah mewakili siang dan item mewakili malem;



o Lalu bagaimana dengan kartu angka? Itu karena dalam metrik Inggris kan angka cuma ada dari 1 (=Aas) s/d 9,sedangkan di atas itu yang ada adalah cuma pengulangan angka doang! Angka sepuluh diperbolehkan ikutan, sebab angka “0” enggak mereka pake, maka angka “10” adalah angka pertama dimana “0” jadi kepake dan punya arti ;



o Kok ada kartu King, Queen dan Jack segala? Iya,ada kartu King, Queen dan Jack itu karena pada system hirarki di Inggris pada zaman itu kuasa yang tertinggi adalah pada Raja (=King), yang didampingin oleh sang Ratu (=Queen) dan sang Putera Mahkota atau kesatria (=Jack).

Catatan: Kalau di kartu Tarot, enggak ada tuh angka “10”, yaitu karena mereka enggak menganut faham bahwa “0” itu punya arti. Sebagai gantinya mereka punya kartu gambar yang nilainya dibawah si JACK (=kesatria), yaitu gambar kenek-nya si Jack. Pada zaman dulu, si kesatria mah enggak pernah mau ngebopong pedang, tombak, tameng, dll. Berat atuh! Yang ngebopong rombengan ini dan ngurusin kudanya sang kesatria adalah si kacung/kenek;

o Yang lebih edan lagi, kalau angka kartu dalam satu golongan dijumlahkan semua (Aas = 1, Jack=11, Queen=12 dan King=13), maka jumlah totalnya adalah 364! Equivalen dengan jumlah hari dalam satu tahun, ditambah 1 Joker, menjadi 365 hari.

o Kalau jumlah huruf dari nama-nama kartu yang ada satu deck kamu itung, baik dalam bahasa Inggris, Jerman ataupun Perancis, maka jumlahnya adalah 52!!! Equivalen dengan jumlah minggu dalam satu tahun!

Kalau enggak percaya itung sendiri (catatan: ch=1),

- Bahasa Inggris: Ace, two, three, four, five, six,

seven, eight, nine, ten, Jack, Queen,

King;

- Bahasa Belanda: Aas, twee, drie, vier, vijf, zes,

seven, acht, negen, tien, Boer, Vrouw,

Heer;

- Bahasa Jerman: As, zwei, drei, fünf, sechs, sieben,

acht, neun, zehn. Bube, Dame, König;

- Bahasa Perancis: As, deux, trois, quatre, cing, six,

sept, huit, neuf, dix Valet, Reine, Roi





sumber (dg prubahan) pojoker.com

[+/-] Selengkapnya...

 

© 2007 Diamond Magic Community: Mei 2008 | Design by Template Unik



Template unik dari rohman


[KEMBALI KE ATAS]